(Tips) Nonton F1 Malaysian GP

Dicko

Cuma mau sharing pengalaman aja ini, sekaligus buat tambah-tambah tulisan di blog setelah sekian masa fakum. Setelah beberapa bulan dan season 2013 pun selesai, akhirnya baru punya kesempatan nulis pengalaman ini. Yaa…siapa tau ada yang niat nonton F1 di Sepang musim-musim depan, jadi udah lebih siap dengan kondisi lapangan, lahir dan bathin.. #eeaa.

Jadi, pertama-tama kalo memang udah niat mau nonton F1 GP Sepang, mulai dari jauh-jauh hari rajin-rajin liat kalender F1 di www.formula1.com.

Setelah tau tanggal pasti jadwal F1 Sepang, siap-siap cari tiket pesawat. Supaya dapet tiket pesawat yang lumayan murah, tunggu aja promo dari air lines. Waktu nonton GP Sepang 2013 saya ‘ngeracunin’ my trip mate yang notabenenya gak suka nonton F1 dengan cerita pengalaman saya di GP Singapore, akhirnya saya berhasil menghasutnya untuk ikut nonton F1 Sepang.

Akhir November 2012 saya dapat tiket Air Asia yang lumayan terjangkau, Dengan in-flight Services kayak gini..

2 Nasi Lemak Combo 72.400 IDR. (Saat itu flight Air Asia BTJ – KUL masih pukul 11:30, harus makan siang :D).

2 Sim Card Tune Talk 32.000 IDR. (Yang ini beneran useless, gak bisa dipake soalnya)

2 Processing Fee 108.000 IDR. (Pembayaran type Master Card)

Dan pinternya lagi, karena over excited munculah 2 Air Asia Insure Return 166.000 IDR di tiket. Bagooss…!!!

Total paid 2 Guest flight Banda Aceh – Kuala Lumpur (Return) total Rp. 845.952,- (make sense lah)

Nahh..untuk yang lagi cari tiket, Air Asia Insure Return itu bisa diabaikan kok, klik aja cancel. Setidaknya bisa untuk bayar Airport Tax :).

Kalo pergi Single fighter gak masalah juga, tapi kalo ada temen buat ngobrol dan melakukan hal yang disukai sama-sama, pasti jauh lebih menyenangkan :D. So, find your friends out there.

Note: Untuk transport ke KL Central bisa langsung booking Sky Bus di Air Asia booking, biar lebih gampang dan lebih murah. Kalau langsung beli di airport juga bisa. LCCT – KL Central untuk Sky Bus RM9 atau Aero Bus RM8.

Tiket F1

Formula One GP Malaysia biasanya diselenggarakan bulan Maret. Beberapa bulan sebelum penyelenggaraan biasanya ada promo tiket F1 early bird yang discount sampe 50% dari full price. Tiket early bird ini biasanya berakhir sampai akhir desember, dan setelahnya berlaku harga tiket penuh. Untuk lebih jelasnya cek di sini

Jadi, untuk yang backpackeran dan mau nonton F1 lumayan bisa hemat. Selisih harga early bird sama full pricenya bisa sampe 500.000 IDR lumayan kan..?

Harga tiket tergantung dimana posisi duduk. Di Mall Area – Main Grandstand (North dan South) ada dua lapis kursi penonton, Upper Tier and Lower Tier. Harga upper tier agak lebih mahal daripada harga lower tier. Padahal nih ya kalo nonton yang di Lower Tier lebih deket  ke track dan sama pembalap, apalagi kadang-kadang pembalapnya suka leyeh-leyeh manja di starting grid :D.

Saran untuk yang bingung pilih posisi duduk yang enak pilih aja Main Grandstand North – Lower Tier. Best view, tepat berada di starting grid. Gak masalah mau pilih zona mana aja. Pas masuk gatenya memang dijagain, tapi kalo udah di dalem, percaya sama gue, lo bisa nonton dari Zona Crystal yang paling mahal selain paddock dan tepat di depan Podium juga di depan garasi masing-masing team and driver.

Pengalaman saya beli tiket early bird gagal karena situs eTicket Sepang acceptnya Visa Card. Sementara Credit Card saya masih yang Master Card keluaran Bank ‘You Know What’. Dengan keikhlasan hati saya beli juga e-ticket di situs yang menggunakan mata uang Euro sebagai pembayarannya. Alhasil, udah beli tiket harga full, pake mata uang euro pula. Wassalam. *ini ngeluh tapi sombong :D.

Kalo mau yang lebih murah bisa pilih yang tempat duduk Grandstand atau Hillstand. Tapi, karena Sepang ini memang tipe circuit motorsport, semakin murah ya semakin jauh nontonnya. Harga tiket Hillstand itu bisa cuma RM50 atau sekitar 160.000 IDR. (Ini saat kurs ringgit masih jaman saya muda Rp. 3.200,-. Tapi sekarang kurs RM1 = Rp. 3.700an lah).

Saran saya untuk pecinta F1 yang mau ke Sepang, kalo nonton pilih aja Main Grandstand – North. Agak mahal memang apalagi yang full 3 days. Tapi worth it lah. Kenapa?? Karena, di Sepang gak ada Driver Parade, tapi diganti dengan Drivers Introduction.

Jadi semua drivernya dibarisin menurut urutan team, dipayungi sama umbrella girl, trus diwawancara live tv satu-satu dan diajukan pertanyaan sama anak-anak kecil yang berdiri di depan mereka.

Lucu kan liat anak-anak kecil yang terkadang baca pertanyaan aja masih patah-patah. Tapi yang paling gak lucu tuh anak-anak enak aja gitu minta tanda tangan driver langsung di topinya. *Emosi

SIM Card

Gak mau kan jadi fakir wi-fi disaat-saat kayak gini?? Apalagi anak-anak sekarang yang kalo makan dimana aja seluruh dunia harus tau, masuk pom bensin cuma numpang kencing doang juga pake check-in di Foursquare. Yakin kalo nonton F1 gak perlu sejagad raya tau??

Gue yang mature dan cool aja jadi tergelitik pasang Display Picture BBM lagi di Sepang *diludah penonton.

Jadi, untuk Sim Card Smart Phone sebaiknya gak usah beli sekalian sama tiket Air Asia. Langsung beli di outlet air port aja. Tinggal pilih provider  Tune Talk, DiGi ataupun Hot Link. Kalo untuk kualitas jaringan saya sih netral aja, semua bagus kok. Untuk jelasnya coba baca juga pengalaman orang-orang yang udah pernah pake provider sana.

Pengalaman saya pakai DiGi untuk paket Blackberry harian harganya RM15 dengan pulsa RM10 dan dipotong RM2 setiap harinya (untuk 5 hari) dan untuk paket data internet harian harganya RM20 dengan pulsa RM15 dan dipotong RM3 setiap harinya. Jaringannya juga bagus kok. *Brb Siapin Passport, Jadi TKI Jualan Sim Card

Penginapan

Untuk penginapan pilihlah penginapan yang murah, nyaman, bersih dan menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam. Kalo gak ada, ya bersukurlah dengan yang cuma menyediakan makan pagi saja :D.

Kalo cuma untuk nonton F1, carilah penginapan yang dekat dengan Sepang. Booking lebih awal, karena biasanya hostel dan hotel akan penuh ketika semakin mendekati event F1.

Pilih hostel yang biasa aja, karena cuma buat numpang tidur. Supaya lebih murah pilih satu kamar yang untuk berdua. Tapi kalo kamu single fighter emang enakan pilih yang dorm. Bakal dapet banyak teman baru.

Saran saya, pilih hotel atau hostel di kawasan bukit bintang juga gak masalah. Karena biasanya acara hiburan diadakan di halaman Petronas Twin Tower. Tahun 2012 dulu, Autograph Sessionnya di situ, zaman Michael Schumacher masih di Mercedes.

Meskipun acara hiburan GP Malaysia ‘gak semenggelegar konser Night Race GP Singapore yang sekeren Victoria Secret, tapi ya boleh lah daripada gak ada :D. *Dikeplak panitia.

Tahun 2013 kemarin artisnya Demi Lavato, trus banyak artis lokal, katanya sih ada Back Street Boys tapi gak keliatan. Konsernya ini gratis kok, jadi bebas masuk. Kalo after-race concertnya Gun N’ Roses, kalo ini free admission buat yang pegang tiket grandstand aja, venuenya di Helipad Sepang. Jadi kalo mau tunggu abis magrib lah di Sepang.

Transportasi

Kalo transportasi ke Sepang dari mana aja kamu nginap di Kuala Lumpur, langsung ke KL Sentral aja. ‘Gak perlu kawatir kesasar atau salah naik, karena transportasi untuk ke Sepang selama perhelatan akbar F1 udah dimanage sedemikian baik dengan penunjuk arah yang sangat jelas, dibantu sama petugasnya juga. Begitu masuk pintu utama KL Sentral, kita langsung ketemu sama loket KLIA Transit yang menjual tiket transport ke Sepang untuk F1.

Tiketnya bisa dibeli per hari, per-dua hari atau per-tiga hari  sejak Free Practice 1 (Jum’at). Dan saran saya, lebih baik menggunakan transportasi dari KLIA Transit ini. Lebih nyaman dan lebih murah dan waktunya juga pasti. Harga tiketnya RM90 untuk return untuk 2 hari (Sabtu dan Minggu).

Kalau saya tidak salah untuk Jum’at – Sabtu – Minggu harga tiketnya RM130. Dan harga ini jauh lebih murah daripada harga hari biasa yang RM35 untuk one way, one way lho ya bukan return.

Yang bikin seru, mulai dari KL Sentral itu aroma-aroma F1nya udah kerasa banget, mulai dari orang-orang yang memakai baju team favorit ataupun pembalap favoritnya. Nah…siapa tau nemu jodoh, mulai aja senyum-senyum sama orang yang pake baju yang sama dengan team atau pembalap favorit kamu. :D. Karena semua penggemar F1 adalah bersaudara… #aseekk

Kalo naik KLIA Transit ini, kita diturunin di KLIA trus sambung lagi dengan bus yang, sekali jangan kawatir, udah disediain menuju Sepang. Antrian masuk ke dalam busnya juga sesuai dengan warna tiket. Nahh..kalo mereka itu emang niat banget kan buatnya..

Bentuk tiketnya, penunjuk arah di dinding dan lantainya itu kayak gini.. (Cuma beda warna, tergantung hari)

Tiket KLIA Transit dari KL Sentral ke Sepang.

Tiket KLIA Transit dari KL Sentral ke Sepang.

Sepang Circuit

Setelah sampai di Sepang, kita turun di Drop Off Zone yang khusus pemegang tiket KLIA Transit ini, kenapa? karena pulangnya juga kita bakalan naik dari situ lagi. Jadi, gak bakalan bingung nyari-nyari bus. Tapi tenang, perjuangan belum selesai. Karena Main Gate masuk ke Circuit Sepang itu adanya di atas bukit.

Kalo kamu datengnya hari sabtu buat nonton Free Practice 3 dan Qualifikasi orang-orang masih lumayan beraturan. Jadi pas turun dari bus KLIA kita bisa langsung disambut sama bus yang menuju Welcome Center Circuit Sepang. Tapi kalo jalan kaki juga gak capek kok, Cuma 5 menit, malahan lebih seru karena biasanya penonton lain lebih suka jalan.

Jangan lupa liat schedule event yang biasanya dikasih saat penukaran tiket, biar kamu tau urutan acaranya dan lokasinya dimana, khususnya Autograph Session. Gak mau kelewatan kan.

Dan kita tau dong kalo cuaca Malaysia dan Indonesia itu gak beda jauh panasnya. Jadi, bisa bayangin sendiri gimana teriknya matahari di circuit. Jadi kalo nonton F1, kecuali di Singapore dan Dubai, itu jangan takut panas. Meskipun biasanya pas qualifikasi atau balapan akan diawali atau diakhiri dengan hujan sesaat.

Saran saya, akalinnya pake baju senyaman mungkin, yang nyerap keringat. Untuk yang cewe mentang-mentang orang Indonesia, ya ‘gak usah pake kebaya juga, apalagi full color make up. Rambut juga biasa aja, gak usah pake disasak setinggi podium.  Bila perlu pake topi, itu juga yang biasa aja. Jangan topi ala putri kerajaan. Pilih bahan pakaian yang adem, tapi ya ‘gak pake bikini Victoria Secret juga. Pokoknya jangan dandan ala princess.. #DibekepSanggul

Jangan lupa bawa air, biar gak dehidrasi. Tapi kalo air dari luar mungkin gak boleh bawa masuk pas pemeriksaan. Jangan kawatir, banyak makanan dan minuman juga di dalem, meski harganya agak lebih mahal.

Food...Food...Food

Food…Food…Food

Jadi, saya punya pengalaman ketika sampe di Welcome Gate Circuit, mau redim e-tiket, jumpa sama pasangan ibu bapak seumuran orang tua saya berasal dari salah satu daerah di Indonesia. Ngobrol-ngobrol sambil nunggu penukaran tiket. Si bapak dengan pakaian biasa, jeans and polo dan si ibu dengan jilbabnya.

Ketika sampe di dalem diantara ribuan manusia, ternyata kita ketemu lagi sama pasangan tadi, and guess what?? Si ibu udah pake tanktop aja sambil kipas-kipasin badannya. *facepalm.

Enaknya tiket main grandstand ini selain banyak warung makanan, toilet bersih, dan mushola yg adem ayem banget. Jadi kalo udah kepanasan banget di luar, masuk aja ke musholanya, dijamin males keluar lagi. Saran saya kalo kamu muslim, khusus cowo, pake jeans panjang aja. Atau kalo pake celana puntung, bawa backpack masukin kain sarung, kalo kamu memang mau sholat. Soalnya di musholanya gak disediain kain sarung.

Pengalaman saya pake celana puntung dan sukurnya ketemu sama anak melayu yang mau pinjemin sarungnya. Mau pinjem jersey balap Kimi Raikkonen, takut diusir satpam….

Nah..kalo untuk merchandise, sayangnya di Malaysia masih belom produksi merchandise untuk tahun saat itu. Merchandise yang ada masih punya tahun sebelumnya. ‘Ga tau juga apakah cuma terjadi di tahun 2013 kemarin aja atau tahun-tahun sebelumnya juga gitu. Soalnya baju yang dipakai pembalap sendiri meskipun udah yang baru, tapi masih desain lama.

Selain Kimi Raikkonen dan Romain Grosjean (Lotus)  yang belum ada topi sesuai nomor mobil. Yang paling parah bajunya Jenson Button sama Sergio Perez (McLaren) kayak baju sablonan.

Jadi kalo berburu merchandise pembalap jangan berharap banyak di GP Malaysia. Kecuali T-Shirt, itu juga bukan yang official, dapetnya dari penonton lain yang sengaja ngejual baju yg didesign sendiri. Kalo pembalap kamu baru pindah tim, atau tim favorit kamu punya pembalap baru, jangan cari merchandisenya di GP Malaysia, tunggu aja di GP Singapore :D.

Race Day

Tibalah hari balapan. Nah, kalo di hari qualifikasi kamu masih bisa berleyeh-leyeh manja di tempat tidur pagi-pagi. Cobalah untuk bergerak lebih pagi ke circuit di hari balapannya. Kenapa?? Karena yang mau nonton balapan itu bukan cuman lo doang… jadi, kalo gak mau kejebak antrian panjang, move faster.

Apalagi kalo Autograph Sessionnya diadain di main lobby welcome center, kamu bakalan masuk di pintu yang sama dengan pembalapnya. Jadi, datanglah lebih pagi sebelum para pembalap menginjakkan kaki di seputaran circuit #Apacoba.

And for your information, pas autograph session itu pembalap duduknya gantian perteam dan cuma 5 menit gak lebih. Berhubung males berdesakan dan lomba jejeritan paling kenceng sama penonton lain, jadi gue skip aja deh autograph session.

Jadi pas kita mau masuk welcome center, ternyata ada 4 atau 5 mobil yang juga baru sampe dan dengan santainya tu mobil jalan pelan di depan kita tanpa tau siapa yang di dalem. Kacanya gelap gulita. Gak tau deh itu pembalap, kru atau panitia. Dari bisik-bisik anak sebelah sih katanya mobilnya Kimi sama Alonso… antah iyoo…???

Pas driver introduction, siapin camera dan bediri tepat di depan pembalap favorit kamu. Potoin deh tu sepuasnya. Dan setelah itu langsung cari posisi start di grid berapa pembalap favorit kamu mulai balapan, berdiri aja di pagar pembatas yang paling deket, dan puas-puasin liat pembalapnya sebelum masuk mobil.

Dan ketika balapan udah selesai, kalo memang yang naik podium bukan pembalap favorit kamu, mending langsung cabut ke antrian bus deh, biar gak kelamaan dan sampe KL kemaleman. Busnya banyak kok yang disediain, cuma pas naik trainnya aja yang mesti sabar-sabar, karena bakalan rame banget kalo keluarnya sekalian.

Tapi kalo kamu gak terburu-buru dan tetap pengen punya merchandise F1, abis balapan adalah waktu yang tepat untuk berburu merchandise karena biasanya harganya udah turun. Dan kalo mau nonton After-Race Concert abis magrib juga gak papa, untuk bus KLIA transit jangan kawatir, bus terakhir hari minggu biasanya sampai jam 12 malem.

So,…… ready to rock!!!!??

F1 2014

This slideshow requires JavaScript.

Early Trip 2013 with My Selangor Story

There’s always a story to complete and new friend to meet at every adventure I’ve been made. And it would be an honor for me to be able to explore Selangor with many new friends in this myselangorstory competition. I wish…!! Ini paragraph terakhir dari tulisan kompetisi untuk my selangor story ku

And my early 2013 wishes do come true. Januari 2013 aku, Andika Setiawan seorang anak yang menyukai traveling dan adventure, yang tinggal di sebuah kota bagian barat di Indonesia, Banda Aceh, akhirnya bisa ikut menjadi bagian dalam program tourism selangor kali ini. Sementara beberapa kali ke Malaysia masih ada aja must visit place yang belum sempat dikunjungi. Dan kali ini, dengan MySelangorStory aku bersama 19 blogger lainnya akan mengexplore setiap bagian selangor selama 5 hari, mengunjungi tempat-tempat menarik yang harus dikunjungi ketika berada di Malaysia, kemudian bercerita tentang apa saja yang kami alami selama berlangsungnya kegiatan ini. Setiap moment menarik dengan foto yang menarik pula.

Image

Peserta MSS2013 dari Aceh

Mulai dari menginap di hotel berbintang dengan kenyamanan dan pelayanan yang luar biasa di Premiere Hotel – Klang, Arenaa Star Luxury Hotel – Kuala Lumpur, the amazing Golden Palm Tree Iconic Resort and Spa – Sepang dan juga Vivatel-Kuala Lumpur, menjadi pemegang member card AstuteXperience dengan keuntungan mendapatkan voucher diskon dan kemudahan lainnya serta harga hotel yang menjanjikan, mengitari Klang the Heritage City, mengunjungi Galeri DiRaja Sultan Abdul Aziz, Menaiki tram lucu ke Bukit Melawati dan melihat puluhan silfer-leaf monkey, Menyaksikan dan mengikuti festifal Thaipusam di Batu Caves yang gak akan terlupakan, bermain di wahana air Sunway Lagoon, Melakukan kegiatan menarik di Golden Palm Tree Resort & Spa seperti bersepeda dan senam Yoga, menikmati kuliner lezat dan tentu saja melihat ribuan kunang-kunang yang luar biasa indahnya di Kampung Kuantan.

Image

4 hotel mewah selama di MSS

Image

Kuliner lezat di Malaysia

Image

Klang beautiful building

ImageDan satu hal yang gak akan terlupakan tentu teman-teman yang menyenangkan yang membuat cerita perjalanan ini menjadi lebih lengkap dan menarik. Pengalaman bersama keluarga myselangorstory selama 5 hari merupakan pengalaman luar biasa di awal 2013. Dan semoga kesenangan ini akan terus berlanjut disetiap trip yang aku lakukan sepanjang tahun. Another wishes..

Image

little girl on Thaipusam festival

Image

Thaipusam Festival, Batu Caves

Mau tahu gimana ceritaku dan teman-teman menikmati perjalanan kami selama 5 hari bersama myselangorstory..?? Silahkan klik link cerita di bawah ini untuk mengetahui cerita selengkapnya. Enjoy my whole story people.. 🙂

Day 1: Klang, Another Beautiful Place in Selangor

Day 2: Getting Around Selangor

Day 3: Thaipusam: All wishes do come true

Day 4: Menyusuri Resort Mewah sampai ke Bukit Melawati

Day 5: Sampai Jumpa Selangor

Menyusuri Resort Mewah sampai ke Bukit Melawati

Malam ini peserta myselangorstory menginap di Golden Palm Tree Iconic Resort & Spa. Kedatangan peserta my selangor strory disambut dengan cukup antusias, tarian dan nyanyian sambutan serasa di Hawai. Setelah pembagian kamar, kami diajak berkeliling terlebih dahulu untuk mengenal lebih jauh bagian resort dan restaurant serta melihat semua fasilitas yang ada.

Image

Bersama penari-penari GPT Resort & Spa

Resort yang dibangun di atas air ini terletak di pinggiran pantai Bagan Lalang. Jika dilihat dari atas, bentuk resort ini benar-benar menyerupai pohon palm. Meskipun cukup jauh untuk menuju restoran ataupun lobi, pengunjung diberi kemudahan dengan adanya buggy yang tersedia dan siap mengantar kita dari dan menuju loby utama.

Image

All cottages seated on the water

Image

Buggy Boy in Action

Resort ini juga mempunyai 5 restaurant yang terletak di sekelilingnya. Restaurant Hai Sang Lou, Selat Bar, Stimbot, Perahu, Bila-Bila dan restoran Sepoi-Sepoi. Restaurant Perahu merupakan yang paling cozy. Restoran yang terletak di pinggir pantai ini merupakan tempat yang romantis untuk menikmati makan malam sambil menyaksikan indahnya matahari terbenam. Bagi yang suka clubbing sepertinya Selat Bar cukup menyenangkan untuk bergoyang.

Image

Perahu Restaurant

Image

Kami juga diajak melihat wahana extreme park yang menyajikan ATV, Archery, Go Kart dan Paint Ball. Begitu melihat circuit go kart aku langsung antusias. Sayang karena keterbatasan waktu dan tak disediakan waktu luang untuk menikmati semua wahana di resort ini, aku tidak bisa mencoba bermain go kart, tapi sepertinya ATV seru juga :D.

Image

Go Kart Circuit at GPT Resort and Spa

Setelah lelah mengelilingi resort, kami semua kembali ke kamar masing-masing untuk sekedar melepas penat dan membersihkan diri setelah pulang dari menyaksikan festival Thaipusam di Batu Caves. Kegiatan hari ini cukup melelahkan, dan pastinya cukup menyenangkan juga untuk berlama-lama menyegarkan tubuh di bawah shower.

Kali ini aku mendapat tambahan room mate, selain Helga, ada Ridha dan juga bang Rusli yang merupakan blogger asal Malaysia. Resort ini menyediakan 5 tipe kamar mewah yang siap memanjakan pengunjung. Tipe Travellers Palm, Premier Travellers Palm, Canary Palm, Ivory Palm, dan Royale Palm. Kami menempati kamar Canary Palm yang mempunyai 2 ruang tidur dan satu buah ruang tv. Serta teras disetiap sisi ruang tidurnya. Sangat memuaskan. Selepas maghrib, kami semua kembali berkumpul di Bila-Bila Cafe, tepat berada di depan kolam renang. Seperti di hotel sebelumnya, makan malam di sini juga sangat lezat, begitu pula makanan penutupnya.

Image

type kamar di GPT Resort & Spa

Kami menikmati makan malam sambil menyaksikan pertunjukan di panggung kecil di depan Bila-Bila Cafe. Dan entah bagaimana tiba-tiba semua peserta myselangorstory dipanggil ke atas panggung untuk melakukan dance show dengan para penari lainnya. That was sooo much fun. Dan setelah itu kami mengambil foto bersama dengan para penari.

Image

Salah satu pertunjukan saat makan malam

Image

Foto bareng setelah dance show

Image

Night view under full moon

Paginya, sunrise menyinari penginapan dari sela-sela tiap bangunan kamar. Aku bersama bang Rusli datang ke Bila-Bila Cafe terlebih dahulu untuk memulai sarapan. Beberapa saat kemudian teman-teman yang lain mulai berdatangan. Sarapan kali ini cukup membingungkan, seperti yang sudah pernah aku beritahu lidahku sangat Asia –  Indonesia, dan tentu saja kalau bukan nasi, bukan makan namanya :D. Akhirnya aku mengambil sepotong kentang yang ditumbuk dan dilapisi tepung, secangkir susu dan teh hangat.

Image

Puri; salah satu menu breakfast

Selepas sarapan kami semua menuju balkon di atas bila-bila cafe. Dan tentu saja semua sudah tidak sabar mempraktekkan Yoga. Latihan yoga untuk pertama kali bagi sebagian besar peserta mss. Sungguh menyenangkan. Meskipun berat, semua instruksi dari instruktur yoga kami ikuti dengan sukses.

Image

Group foto bersama instruktur yoga

Setelah bersenang-senang dengan Yoga, kami melanjutkan kegiatan dengan bersepeda mengelilingi seputaran resort. Banyak wahana permainan yang disediakan oleh pengelola di resort ini, Seperti watersports, ada sailing, cart sailing, speed sailing, canoe, hingga wind surfing. Tapi berhubung sudah mendekati waktu check out, kami bergegas mengepaki kembali barang di kamar dan berkumpul di Restoran Sepoi-Sepoi untuk makan siang.

Image

gowes – gowes

Image

Makan siang di Sepoi – Sepoi

ImageSetelah melakukan group foto untuk Golden Palm Tree, kami kembali menaiki bus persiaran. Dan kembali melanjutkan perjalanan. Selamat tinggal Golden Palm Tree, nice to see you :).

Note-

35 Minutes berkendara dari Sepang International F1 Circuit.

40 Minutes berkendara dari LCCT.

45 Minutes berkendara dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

65 Minutes berkendara dari Putra Jaya.

85 Minutes berkendara dari Kuala Lumpur.

Image

* * *

Matahari siang selangor menyengat cukup terik siang itu. Tour guide kami abang Safri bilang kali ini kita akan merasakan segarnya cendol bakar. Cendol Bakar ini ternyata cukup terkenal, begitu banyak kendaraan yang terparkir di depan warung kecil itu. Antrian pun lumayan panjang. Cerita punya cerita, cendol ini dinamakan cendol bakar karena gula malaka yang digunakan sebagai pemanis cendol ini sebelumnya dibakar terlebih dahulu, selain nama pemiliknya pun memakai nama yang sama, Bakar.

Image

Cendol Bakar VIP

Pengelola cendol ini pun cukup modern dengan menyediakan fasilitas drive through untuk pengunjung yang hanya ingin membeli dan membawa pulang. Yak, dan cendol Bakar ini adalah satu-satunya kedai Cendol penyedia Drive Through demi kenyamanan pelanggannya. Very impressive.

Image

Cendol Bakar

Image

Salah satu kedai jajanan di Cendol Bakar

* * *

Dari Cendol Bakar, kami menuju Bukit Melawati, Kuala Selangor untuk melihat Museum Sejarah Daerah Kuala Selangor. Untuk mencapai puncak pengunjung harus Menaiki tram unik yang bergambar seperti badut. Sayangnya ketika kami sampai disana museum tersebut tutup, dan perhatian peserta myselangorstory pun beralih kepada monyet-monyet silverleaf lucu yang terlihat begitu jinak dengan pengunjung.

Image

Tram Unik

Image

Cheers Up

Image

Silverleaf Monkeys

Image

Saat mencapai puncak Bukit Melawati, kita akan disambut oleh sebuah mercusuar indah yang disebut Altingsburg Lighthouse. Bukit Melawati ini terletak menghadap ke selat Melaka dan Sumatra. Bukit ini pernah dijadikan tempat bersemayam Sultan Abdul Samad sebelum baginda berpindah ke Bukit Jugra di Kuala Langat.

Image

Altingsburg Lighthouse

Menurut sejarah, Desa Melawati dulunya merupakan benteng pertahanan Kesultanan Selangor untuk memantau pergerakan kapal dagang dan kapal perang yang melalui Selat Malaka dan Kuala Selangor. Bukit ini juga dikenal sebagai Bukit Selangor di akhir 1700-an. Benteng ini dibangun di atas bukit untuk melindungi negara dari penyusup. Terdapat meriam sepanjang Bukit Melawati yang bertujuan untuk mempertahankan Selangor dari serangan Belanda.

Ironisnya, Belanda tidak menyerang dan malah mengambil alih benteng kemudian diperkuat dengan diletakkannya meriam oleh Belanda yang dapat kita lihat lihat di sana sekarang. Benteng ini juga pernah disebut Benteng Altingsburg ketika Belanda berkuasa.

so, enjoy your trip guys 🙂

Image

Suasana dari atas, Bukit Melawati