Menyusuri Resort Mewah sampai ke Bukit Melawati

Malam ini peserta myselangorstory menginap di Golden Palm Tree Iconic Resort & Spa. Kedatangan peserta my selangor strory disambut dengan cukup antusias, tarian dan nyanyian sambutan serasa di Hawai. Setelah pembagian kamar, kami diajak berkeliling terlebih dahulu untuk mengenal lebih jauh bagian resort dan restaurant serta melihat semua fasilitas yang ada.

Image

Bersama penari-penari GPT Resort & Spa

Resort yang dibangun di atas air ini terletak di pinggiran pantai Bagan Lalang. Jika dilihat dari atas, bentuk resort ini benar-benar menyerupai pohon palm. Meskipun cukup jauh untuk menuju restoran ataupun lobi, pengunjung diberi kemudahan dengan adanya buggy yang tersedia dan siap mengantar kita dari dan menuju loby utama.

Image

All cottages seated on the water

Image

Buggy Boy in Action

Resort ini juga mempunyai 5 restaurant yang terletak di sekelilingnya. Restaurant Hai Sang Lou, Selat Bar, Stimbot, Perahu, Bila-Bila dan restoran Sepoi-Sepoi. Restaurant Perahu merupakan yang paling cozy. Restoran yang terletak di pinggir pantai ini merupakan tempat yang romantis untuk menikmati makan malam sambil menyaksikan indahnya matahari terbenam. Bagi yang suka clubbing sepertinya Selat Bar cukup menyenangkan untuk bergoyang.

Image

Perahu Restaurant

Image

Kami juga diajak melihat wahana extreme park yang menyajikan ATV, Archery, Go Kart dan Paint Ball. Begitu melihat circuit go kart aku langsung antusias. Sayang karena keterbatasan waktu dan tak disediakan waktu luang untuk menikmati semua wahana di resort ini, aku tidak bisa mencoba bermain go kart, tapi sepertinya ATV seru juga :D.

Image

Go Kart Circuit at GPT Resort and Spa

Setelah lelah mengelilingi resort, kami semua kembali ke kamar masing-masing untuk sekedar melepas penat dan membersihkan diri setelah pulang dari menyaksikan festival Thaipusam di Batu Caves. Kegiatan hari ini cukup melelahkan, dan pastinya cukup menyenangkan juga untuk berlama-lama menyegarkan tubuh di bawah shower.

Kali ini aku mendapat tambahan room mate, selain Helga, ada Ridha dan juga bang Rusli yang merupakan blogger asal Malaysia. Resort ini menyediakan 5 tipe kamar mewah yang siap memanjakan pengunjung. Tipe Travellers Palm, Premier Travellers Palm, Canary Palm, Ivory Palm, dan Royale Palm. Kami menempati kamar Canary Palm yang mempunyai 2 ruang tidur dan satu buah ruang tv. Serta teras disetiap sisi ruang tidurnya. Sangat memuaskan. Selepas maghrib, kami semua kembali berkumpul di Bila-Bila Cafe, tepat berada di depan kolam renang. Seperti di hotel sebelumnya, makan malam di sini juga sangat lezat, begitu pula makanan penutupnya.

Image

type kamar di GPT Resort & Spa

Kami menikmati makan malam sambil menyaksikan pertunjukan di panggung kecil di depan Bila-Bila Cafe. Dan entah bagaimana tiba-tiba semua peserta myselangorstory dipanggil ke atas panggung untuk melakukan dance show dengan para penari lainnya. That was sooo much fun. Dan setelah itu kami mengambil foto bersama dengan para penari.

Image

Salah satu pertunjukan saat makan malam

Image

Foto bareng setelah dance show

Image

Night view under full moon

Paginya, sunrise menyinari penginapan dari sela-sela tiap bangunan kamar. Aku bersama bang Rusli datang ke Bila-Bila Cafe terlebih dahulu untuk memulai sarapan. Beberapa saat kemudian teman-teman yang lain mulai berdatangan. Sarapan kali ini cukup membingungkan, seperti yang sudah pernah aku beritahu lidahku sangat Asia –  Indonesia, dan tentu saja kalau bukan nasi, bukan makan namanya :D. Akhirnya aku mengambil sepotong kentang yang ditumbuk dan dilapisi tepung, secangkir susu dan teh hangat.

Image

Puri; salah satu menu breakfast

Selepas sarapan kami semua menuju balkon di atas bila-bila cafe. Dan tentu saja semua sudah tidak sabar mempraktekkan Yoga. Latihan yoga untuk pertama kali bagi sebagian besar peserta mss. Sungguh menyenangkan. Meskipun berat, semua instruksi dari instruktur yoga kami ikuti dengan sukses.

Image

Group foto bersama instruktur yoga

Setelah bersenang-senang dengan Yoga, kami melanjutkan kegiatan dengan bersepeda mengelilingi seputaran resort. Banyak wahana permainan yang disediakan oleh pengelola di resort ini, Seperti watersports, ada sailing, cart sailing, speed sailing, canoe, hingga wind surfing. Tapi berhubung sudah mendekati waktu check out, kami bergegas mengepaki kembali barang di kamar dan berkumpul di Restoran Sepoi-Sepoi untuk makan siang.

Image

gowes – gowes

Image

Makan siang di Sepoi – Sepoi

ImageSetelah melakukan group foto untuk Golden Palm Tree, kami kembali menaiki bus persiaran. Dan kembali melanjutkan perjalanan. Selamat tinggal Golden Palm Tree, nice to see you :).

Note-

35 Minutes berkendara dari Sepang International F1 Circuit.

40 Minutes berkendara dari LCCT.

45 Minutes berkendara dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

65 Minutes berkendara dari Putra Jaya.

85 Minutes berkendara dari Kuala Lumpur.

Image

* * *

Matahari siang selangor menyengat cukup terik siang itu. Tour guide kami abang Safri bilang kali ini kita akan merasakan segarnya cendol bakar. Cendol Bakar ini ternyata cukup terkenal, begitu banyak kendaraan yang terparkir di depan warung kecil itu. Antrian pun lumayan panjang. Cerita punya cerita, cendol ini dinamakan cendol bakar karena gula malaka yang digunakan sebagai pemanis cendol ini sebelumnya dibakar terlebih dahulu, selain nama pemiliknya pun memakai nama yang sama, Bakar.

Image

Cendol Bakar VIP

Pengelola cendol ini pun cukup modern dengan menyediakan fasilitas drive through untuk pengunjung yang hanya ingin membeli dan membawa pulang. Yak, dan cendol Bakar ini adalah satu-satunya kedai Cendol penyedia Drive Through demi kenyamanan pelanggannya. Very impressive.

Image

Cendol Bakar

Image

Salah satu kedai jajanan di Cendol Bakar

* * *

Dari Cendol Bakar, kami menuju Bukit Melawati, Kuala Selangor untuk melihat Museum Sejarah Daerah Kuala Selangor. Untuk mencapai puncak pengunjung harus Menaiki tram unik yang bergambar seperti badut. Sayangnya ketika kami sampai disana museum tersebut tutup, dan perhatian peserta myselangorstory pun beralih kepada monyet-monyet silverleaf lucu yang terlihat begitu jinak dengan pengunjung.

Image

Tram Unik

Image

Cheers Up

Image

Silverleaf Monkeys

Image

Saat mencapai puncak Bukit Melawati, kita akan disambut oleh sebuah mercusuar indah yang disebut Altingsburg Lighthouse. Bukit Melawati ini terletak menghadap ke selat Melaka dan Sumatra. Bukit ini pernah dijadikan tempat bersemayam Sultan Abdul Samad sebelum baginda berpindah ke Bukit Jugra di Kuala Langat.

Image

Altingsburg Lighthouse

Menurut sejarah, Desa Melawati dulunya merupakan benteng pertahanan Kesultanan Selangor untuk memantau pergerakan kapal dagang dan kapal perang yang melalui Selat Malaka dan Kuala Selangor. Bukit ini juga dikenal sebagai Bukit Selangor di akhir 1700-an. Benteng ini dibangun di atas bukit untuk melindungi negara dari penyusup. Terdapat meriam sepanjang Bukit Melawati yang bertujuan untuk mempertahankan Selangor dari serangan Belanda.

Ironisnya, Belanda tidak menyerang dan malah mengambil alih benteng kemudian diperkuat dengan diletakkannya meriam oleh Belanda yang dapat kita lihat lihat di sana sekarang. Benteng ini juga pernah disebut Benteng Altingsburg ketika Belanda berkuasa.

so, enjoy your trip guys 🙂

Image

Suasana dari atas, Bukit Melawati

Advertisements

6 thoughts on “Menyusuri Resort Mewah sampai ke Bukit Melawati

  1. Urgh! I wish I saw that line of silver-leaf monkeys with the golden-coloured baby as well. Would have loved to take the same photo like that.

    ‘Don’t worry. later, when we visit Bukit Melawati again i would tell them to pose line up again to take some photos :D’

  2. Pingback: Early Trip 2013 with My Selangor Story « Dicko’s lifeblog..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s