Thaipusam: All wishes do come true.

5.30am early morning kami check out dari Arenaa Star Luxury Hotel. Meskipun telat bangun karena rasanya baru saja memejamkan mata beberapa jam lalu, untungnya aku dan Helga -my room mate- selesai tepat waktu tanpa membuat yang lain menunggu.

Di dalam bus persiaran, kami diberikan sarapan sekedar untuk mengisi perut supaya tidak masuk angin. Airkon kat bus ni sejuk sangat lah. Kesempatan menyambung tidur yang sempat terganggu tidak kami sia-siakan. Meski hanya beberapa puluh menit, cukuplah untuk mengisi kembali tenaga yang belum pulih.

Image

Suasana kental India begitu terasa begitu kami memasuki kawasan Batu Caves. Aku begitu penasaran dengan festival ini. Sangat antusias untuk bisa melihat dari dekat Devotee dengan berbagai macam tusukan yang menembus kulit tubuh dan wajahnya sambil membawa kavadi yang telah dihias dengan cantik.

Image

Kavadi diantara kerumunan pengunjung

Iring-iringan Kavadi yang berhiaskan bulu merak mulai terlihat memasuki gerbang Batu Caves. Suara riuh tabuhan gendang mengiringi langkah Devotee dengan tusukan di punggung mereka serupa gelang-gelang kecil atau mata pancing besar yang kemudian digantungkan buah-buahan dan bejana perak. Gemerincing di kaki mereka ikut meramaikan tabuhan gendang setiap mereka melangkah.

Image

ImageImageImage

Meskipun terlihat sangat mengerikan dengan berbagai tusukan di tubuh dan wajah mereka, tetapi Devotees tidak merasakan sakit. Katanya sebelum festival Thaipusam, mereka melakukan puasa selama 48 hari sebelum membawa Kavadi. Serta mengikuti syarat dan kode etik yang ketat untuk mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental.

Image

ImageImage

Thaipusam merupakan festival keagamaan untuk Dewa Murugan. Setiap tahun, hampir satu juta Devotee dan ribuan wisatawan berkumpul di Batu Caves untuk memberi penghormatan kepada Dewa Murugan, dewa Hindu yang sangat dihormati. Hal ini diperingati pada bulan purnama di bulan Tamil pada kalender Hindu, yang jatuh pada akhir Januari atau awal Februari.

Image

Festival Thaipusam di Batu Caves dimulai dengan prosesi di Sri Mahamariamman Temple di Kuala Lumpur dan melakukan perjalanan selama 15 kilometer ke Batu Caves. Dan menaiki 272 anak tangga menuju kuil.

Image

Devotees dan ribuan wisatawan memenuhi Batu Caves

Image

The abhisegam paal atau susu sangat sering terlihat selama festival Thaipusam, karena mereka kebanyakan bersumpah untuk membawa kavadi dengan susu yang kemudian akan digunakan untuk memandikan dewa.

Image

Beruntung saya dapat melalui 272 anak tangga bersama ribuan orang lainnya dan masuk ke dalam Gua. Suasana di dalam gua terasa penuh sesak dengan lautan manusia dan bau dupa. Beberapa Devotee sudah melepaskan Kavadi yang dibawa. Sebagian mereka beristirahat, makan dan minum bersama, dengan ekspresi lega yang terpancar dari wajah mereka. Mereka datang dengan persembahan atas rasa syukur, terkabulnya hajat atau doa mereka, juga bagi mereka yang ingin melakukan pembersihan jiwa.

Image

Image

Suasana di dalam Gua Batu Caves

Image

Layaknya setiap perayaan keagamaan, tidak hanya sekelompok umat saja yang merasakan kegembiraan tetapi semua yang berada di sana ikut merasakan kelegaan dan kegembiraan yang sama. Untuk mereka, ini lah permohonan sekaligus pengorbanan yang mereka berikan kepada dewanya.

Karena waktu hampir pukul sebelas saya kembali mencoba menuruni anak tangga bersama ribuan orang dengan tujuan yang sama. Kembali berkumpul dengan peserta myselangorstory lainnya, untuk melanjutkan perjalanan kami. Berdesakan bersama pengunjung lain membuat saya menikmati sekali pengalaman ini. Lain waktu, mungkin saya akan berkunjung ke Batu Caves untuk menyaksikan lagi festival keagamaan termegah ini.

ImageImage

-Getting There-

Banyak transportasi publik Malaysia yang menuju Batu Caves dari pusat kota Kuala Lumpur. Biaya Taxi mungkin akan lebih mahal. Anda akan dikenakan RM30 – RM40 untuk sekali jalan. Jadi sebaiknya pilih saja KTM dari KL Sentral yang menuju Batu Caves dengan biaya hanya RM2. Tidak usah khawatir, transportasi publik di Malaysia dikelola dengan sangat baik oleh pemerintah, agar penumpang tetap merasa aman dan nyaman.

Selama festival Thaipusam, banyak bus umum banyak yang membawa Anda ke sana dari Stesen Puduraya dan Kotaraya. Lihat saja tanda di depan bus yang bertuliskan Batu caves. LRT dan KTM juga beroperasi sampai larut untuk mengakomodasi penumpang.

So, happy traveling

Advertisements

6 thoughts on “Thaipusam: All wishes do come true.

  1. Ecieeee….kok bnyk foto2nya?? Bkn’a bnyk yg rusak yah didalam’a??

    ‘he eh. cuma ini yang bisa di make over :D’

  2. tulisan ente keren om,,
    alurnya mudah dimengerti

    foto ane mah lewat klo dibandingin punya ente
    beeeeeh….

    ‘yaa…lewat. kelewatan bagusnya kalo dibandingin punya ane ya… :D’

  3. Ah Thaipusam, dari dulu cuma bisa membayangkan ingin lihat Thaipusam secara langsung di Selangor. Hmm tahun depan semoga bisa lihat :).

    ‘Makasih sudah berkunjung ya, Lid. iya semoga tahun depan bisa. sama2 MSS atuh biar seru :D’

  4. Pingback: Early Trip 2013 with My Selangor Story « Dicko’s lifeblog..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s