Kalau Cinta Jangan Cengeng (The Movie)

Kalau_Cinta_Jangan_CengengKalo beberapa tahun lalu Eiffel I’m In Love di puter di bioskop Banda Aceh pas banget di bulan ke dua. Nah tahun ini ada satu film drama romantis indonesia yang bakal di puter besok (12/02) di bioskop seluruh Indonesia. Entah untuk menyambut hari Valentine atau apalah..

dapet info pertamanya dari tret statusnya Marshanda di PLURK. hehehehe.

“Yani adalah gadis cantik yang hidup sebatang kara. Sejak ditinggalkan oleh kedua orangtuanya dia merasa seolah tidak ada lagi harapan hidup. Akibatnya, dia terjerat menjadi pemakai narkoba yang ujungnya harus tinggal di sebuah panti rehabilitasi. Tentu saja perilakunya tidak otomatis menjadi baik, kelakuannya ternyata masih pemberang dan cepat naik pitam bahkan karena hal sepele.”

Sosok Yani di atas hanyalah karakter fiktif dalam film anyar arahan sutradara Monty Tiwa bertajuk Kalau Cinta Jangan Cengeng. Namun terbayangkah di benak anda jika sosok di atas diperankan oleh seseorang dengan citra tanpa cacat macam Marshanda? Boleh jadi semua orang meragukannya

Kalau Cinta Jangan Cengeng, kalo diliat dari judulnya sepertinya ini film kocak bin porno murahan yang sedang menjamur saat ini. tapi ternyata ini film ini adalah project drama cinta pertama Monty Tiwa yang dengan segenap hati mengeluarkan sisi dramatisnya. Disinilah kita bisa melihat kehebatan Monty yang mencoba kontra karakter baik dengan dirinya sendiri yang berjaya dengan SinemArt dengan film-film dagelan macam Maaf, Saya Menghamili Istri Anda dan Extra Large serta film Horor di Pocong 3, maupun dengan para pemeran utama dalam film ini.

Nah, di sini kita bisa liat acting anak kesayangan ibu peri, Marshanda yang mencoba merubah imej alim Madina menjadi cewek junkie. yang tempramental, kasar dan suka mengeluarkan kata-kata kotor.Di sini kita gak bakalan liat Chaca nangis-nagis bombay lagi.

Penampilannya di film ini menjawab keraguan penonton termasuk tim SinemArt. Chacha terlihat semakin kurus berkat kostumnya yang kumal dan sangat longgar.

Juga Ringgo Agus Rahman, yang dari mukanya aja udah kocak banget. dan selalu always maenin peran ngebanyol nya. Nahh, di film ini juga kita bakalan liat Ringgo bermain serius dari awal sampai akhir dan yang pasti ‘gak main-main sama sekali.

Dan ada Sigi Wimala. setelah fakum beberapa tahun setelah bermain dalam film Tentang Dia tahun 2005 lalu Sigi mencoba mengadu actingnya lagi dalam film ini. Biasa menjadi cewek baik-baik nan manja, kini Sigi merubah total karakternya menjadi sosok cewek antagonis, keras dan dan sinis banget.

Ada pula Dwi Sasono yang berperan sebagai Ahmad, manajer  Boy (Ringgo). Meski tampil sekilas, namun aktor yang dinominasikan sebagai pemeran pendukung pria terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2008 ini memberi arti penting bagi jalinan cerita. Diceritakan, Ahmad sempat masuk bui sebagai bentuk ‘pasang badan’ atas kecelakaan mobil yang dikendarai Boy. Kompensasinya, Ahmad ditawari uang dari keluarga Boy sebesar Rp 1 miliar.

Vincent ’80’s’ Rompies juga berlakon di film ini sebagai bandar narkoba.  Di panti rehabilitasi, Vincent jadi pemasok barang haram untuk Yani (Marshanda). Sedangkan pemeran pendukung lainnya adalah Tutie Kirana, Pierre Gruno, H DJojo, Tessy dan wartawan senior, Eddie Karsito.

Cerita bermula ketika Boy (Ringgo) dan manajernya, Ahmad (Dwi Sasono), baru saja pulang dugem. Dalam perjalanan pulang di tengah derai hujan. Boy menabrak sebuah mobil. Dua nyawa melayang. Semenjak kejadian itu Boy trauma dan berusaha untuk bersih dari narkoba. Sampai ia menjadi artis Duta Anti Narkoba yang sering memberi kesaksian dan penyuluhan di panti rehabilitasi narkoba.

Ketika mengunjungi sebuah panti rehabilitasi, Boy secara tidak sengaja bertemu Yani (Marshanda) yang bertempramen, kasar dan suka berkata jorok. Boy yang sudah memiliki pacar Luna (Sigi Wimala) yakin jika Yani adalah anak dari korban yang ia tabrak di masa lalu. Ingin menebus dosanya, Boy pun ingin membantu Yani keluar dari jerat narkoba.

Kegigihan Boy perlahan membuahkan hasil, meski pacarnya, Luna tidak menyukai kesibukan baru Boy. Apalagi memergoki Yani tinggal di rumah Boy. Suasana semakin runyam, saat Ahmad menuntut keadilan dan membeberkan rahasia yang terpendam selama lima tahun pada Yani.

cinta-jangan-cengengSebagai sebuah cerita, film yang inspirasinya berasal dari Monty Tiwa ini memang tidak terlalu mengecewakan. Bahkan, kisah film ini terasa sangat personal, setidaknya buat para  junkie. Sedangkan bumbu dramacinta yang dihadirkan di film ini tetap bermuara pada sosok Boy yang  mampu memberi daya pikat kepada Luna maupun Yani. Luna terpikat kepada Boy karena latar belakangnya sebagai selebriti kondang. Sementara  Yani jatuh hati setelah Boy memberi perhatian cukup besar untuk  membawa dirinya bebas dari ketergantungan narkoba. Namun belakangan Yani tahu, perhatian Boy  ternyata semu belaka.

tapi sayang, ada detail yang seharusnya ada tapi (mungkin) memang sengaja tidak diperlihatkan oleh Monty Tiwa. Film ini sedikit mengingatkan kita pada cerita di Film SELAMANYA (2007) produksi Multivision, dimana pemeran utama cewe-nya jadi pemakai.yang diperankan Julie Estelle.

Seandainya Monty mau memperlihatkan proses kesembuhan Yani lebih detail, bisa dipastikan penampilan Marshanda bakal lebih dahsyat!

Secara keseluruhan ‘Kalau Cinta Jangan Cengeng’ cukup menghibur. Cerita yang ditawarkan sang sutradara Monty Tiwa cukup berbeda dengan film-film Indonesia lain yang bergenre drama. Sayangnya alur film ini terasa lambat hingga agak membosankan.

adegan-marshandaAkting Marshanda di film ini patut mendapat acungan dua jempol. Dengan ciamik, ia memerankan Yani yang kasar dan sering mengeluarkan kata-kata kotor, karakter yang 180 derajat berbeda dengan karaker yang biasa ia perankan sebelumnya di sinetron.

Namun akting Marshanda yang mantap tidak diimbangi dengan penampilan Agus Ringgo. Tidak ada sesuatu spesial yang disuguhkan Ringgo di film ini. Sepertinya kekasih Revalina S. Temat itu belum bisa melepas citranya sebagai aktor komedi. (www.detikhot.com)

intinya, banyak pesan moral yang ingin disampaikan Monty dalam film ini. selain film yang mendukung sikap Anti Narkoba pastinya.

Monty sepertinya juga ingin menyentil rekan-rekannya sendiri, kaum selebriti. Sosok Luna menjadi salah  satu cermin bagaimana para selebriti di negeri ini yang cenderung bersikap ambivalen antara kenyataan dan apa yang disampaikannya ke publik.

Gimana rasanya hidup tanpa rasa sakit??

dan yang pasti Kalau Cinta Jangan Cengeng ini ternyata bukan film Cengeng. jadi..penasaran dengan karakter mereka yang beda banget?!! YUUkk..nonton

Advertisements

14 thoughts on “Kalau Cinta Jangan Cengeng (The Movie)

  1. Film yang bagus …kayak harus di tonton nich…thanks atas review nya.

    emm..yup, dari berbagai review media dan penonton sih semuanya positif. paling gak setelah nonton kita bisa belajar satu hal ya Bang…

  2. Wah..
    hebat deh kamu..
    aku suka sama Marshanda. Lakonannya semuanya ‘hidup’
    dan aku juga suka dengan suaranya bila nyanyi..
    seperti menarik ya penceritaan Kalau Cinta Jangan Cengeng..

    Thanx yah LOL, mudah2an film ini cepet beredar di Malaysia jadi kamu bisa nonton.

  3. Kalo beberapa tahun lalu Eiffel I’m In Love di puter di bioskop Banda Aceh pas banget di bulan ke dua.

    Emang di Banda Aceh udah ada bioskop ya… hehe…

    Salam kenal ya..

    ada yang kurang tuh copyannya..harusnya sampe “kalo tahun ini di seluruh Indonesia” (aku kan gak bilang Banda Aceh). Film terakhir di puter di bioskop Gajah Banda Aceh yah itu Eiffel I’m In Love. sejak abis tsunami kan bioskopnya ditutup. kemana aja pakk??

  4. setujen..
    kalo cinta jangan cengeng
    kalo cengeng jangan cinta
    eh, kalo bioskop di lhokseumawe kayaknya gak ada sejak cunda plaza rusuh
    entahlah sekarang, jarang pulkam..

    “hmm..iya, kayaknya belon ada. Banda juga belon ada lagi. mudah-mudahan 21 masuk lagi k Banda yahh..hehehe!!”

  5. Dua jempol buat Marshanda.
    Satu jempol buat Agus Ringgo.
    Jempol kebalik buat Sigi Wimala.

    ‘Gak nyangka Marshanda sama Ringgo bisa acting romantis. it’s a great film eniwei.

    wahh..emang top banget. tadinya gak yakin sama pasangan ini. ternyata keren juga. endingnya top bgt deh

  6. akting Marshanda memang bagus banget di sini, mungkin dia bakalan seperti Acha nih.

    tapi akting Ringgo juga gak jelek-jelek amat lah. kalaw dibandingin, film ini lebih bagus banget daripada film ‘SELAMANYA’.

    romantisnya dapet banget, sedihnya dapet, lucunya dapet. Marshanda bisa beradegan romantis dengan ringgo TOP deh..

    cuma satu kata. SETUJU..!!

  7. top top top……
    marshanda is the best…….
    aktingnya sangat memukau……..
    marshanda cantik,,,,,,imut dan pintar……
    sukses trus ya…….
    go …go…..go…….
    marshanda no 1
    artis lain jelek smua……..
    bikin movie terbaru lg ya cha…….!

    waduuhhh…..

  8. mana linkna utk download na..
    kirim ke emaila yah..
    makasih.

    waduhh..email buat dunlud pilemna??belon ada kali yah…!nontonnya masih di bioskop..:)

  9. Mbak marshanda terus kan kejayaan ya…. INsyaallah nanti gue gi Jakarta, kita ketumu ya….bye..all the best and good luck

    Makasih Khalisyah…Lho??bukan buat saya ya, buat Marshanda toh. hehehehe

  10. K marshanda cantik banget aktingnya sih daripada lu manyun
    hahahahaha…
    kaka kapan nikah sama VJ BEN akhir-akhir ini katanya kaka tambah mesra ya waduh-waduh jangan-jangan bulan depan udah nikah lagi
    oh iya kapan-kapan kaka buat film kaya gini lagi donk aku jamin 100% kaka lebih ngetren bahkan temen aku potongan rambutnya sama kaya kaka dia ngefensss buanget.. sama kaka udah ya kapan-kapan kaka kerumah aku donk kita bikin film bareng aku di ikutin yah
    hahahaha
    salam sayangku untuk ka marshanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s