Slumdog Millionaire (The Movie reviews)

Slumdog Millionaire

Slumdog Millionaire

Diangkat dari sebuah novel “Q & A” karya Vikas Swarup, Slumdog Millionaire, menceritakan tentang kisah seorang anak yatim piatu Jamal Malik (Dev Patel), yang mencoba keberuntungan nya mengikuti kuis “Who Wants To Be a Millionaire” yang tujuan sebenarnya adalah untuk bertemu kembali dengan cinta sejatinya, Latika (Freida Pinto).

Jamal Malik is one question away from winning 20 million rupees. How did he do it??

a. He Created. b. He’s a Genius.

c. He’s Lucky. d. it is written.


Cerita dimulai ketika Jamal diinterogasi oleh polisi, tentang kepiawaiannya menjawab semua soal yang diberikan dalam acara tersebut. Dalam film ini, kita bisa melihat saat Prem Kumar (Anil Kapoor), pembawa acara tersebut yang tidak percaya dengan keberhasilan Jamal, dan ketika sang pembawa acara mencoba memberikan kunci jawaban pada Jamal.

Dan untuk mengakhiri permainan, karena mengira jawaban yang diberikan oleh Host itu adalah jawaban yang benar, Jamal memilih jawaban lain. Dan ternyata jawaban yang dipilih Jamal adalah jawaban yang benar, yang membawa Jamal pada pertanyaan terakhir untuk mendapatkan 20 juta Rupee.

Saat acara break, Jamal di interogasi oleh polisi dan dipaksa untuk mengakui kecurangannya. Putus asa dengan pengakuan jujurnya yang tidak dipercaya, Jamal mulai menceritakan tentang pengalaman hidupnya di daerah kumuh sampai dewasa, dan moment-moment ketika dia mendapatkan semua jawaban dari pertanyaan dalam acara kuis tersebut dari kisah hidupnya.

Gak semua orang bisa menceritakan bahkan mengingat seluruh kisah hidupnya..!!

Flashback, yang menceritakan ketika Jamal berusaha untuk sukses walau hidup lingkungan kumuh, saudara kandungnya, Salim (Madhur Mittal) yang akhirnya bergabung dengan para gangster, dan pencarian cinta sejatinya yang hilang. Setiap scene dari film ini menceritakan kisah hidup Jamal yang mengungkap kunci jawaban dari setiap pertanyaan dalam kuis tersebut.

Di sini, Jamal juga menceritakan tentang bagaimana ketika ia melihat ibunya dibunuh saat terjadi huru-hara di daerah kumuh tersebut antara Hindu dan Muslim. Dan ketika dia pertama kali bertemu dengan Latika yang menjadi cinta sejatinya. Ketika dia mengajak Latika untuk berteduh dari hujan deras dan mereka bercerita tentang menjadi the Three Musketeers.

dan yang pasti gak akan bisa kita lupain dalam hidup kita ketika menjadi saksi seorang anak kecil yang matanya dibutakan dengan menggunakan zat asam.

Yang serunya dari film ini sebenarnya terletak pada petualangan Jamal, Salim dan Latika ketika mereka masih kecil. Ketika mereka dikejar oleh penjahat yang ingin menjadikan mereka pengemis. Ketika mereka mencoba bertahan hidup di atas kereta api, sampai saat Jamal berpura-pura menjadi guide tour di Taj Mahal.

Danny Boyle yang dibantu oleh sutradara India, Loveleen Tandan, juga memperlihatkan keindahan Taj Mahal, India, ketika Jamal dan Salim tersasar di Taj Mahal. Dan ketika Jamal dan Salim mulai mencuri sepatu dan sandal para tourist sebelum akhirnya mereka dapat masuk ke tempat yang megah itu. Sampai Jamal dikira seorang guide tour oleh tourists Amerika. Dan dia memutuskan untuk menjadi guide dan mulai mengarang cerita tentang sejarah Taj Mahal.

The acting is solid throughout, with special stand out performances from the child actors

Salut buat pemeran-pemeran cilik dari film ini, yang membuat film lebih kelihatan natural. Semua scene saat Jamal kecil (Ayush Mahesh Khedekar) melakukan perannya dengan sempurna, saat Jamal remaja (Tanay Hemant Chheda) menjadi guide tour dan mengarang cerita tentang sejarah Taj Mahal (a perfect comedy scene).

Scene ketika Salim kecil (Azharuddin Mohammed Ismail) memperlihatkan reaksi beringasnya dan saat melarikan diri menyelamatkan Jamal dari orang jahat, ketika Salim Remaja (Ashutosh Lobo Gajiwala) mencoba menyelamatkan Latika dan mencoba menjadi bagian dari gangster.

see the game show host, Prem Kumar ( Anil Kapoor ) yang beracting dalam acting. Dan satu hal mungkin Boyle juga ingin memperlihatkan ‘sesuatu’ dalam pembuatan that game show, who wants to be a millionaire.

Pengambilan gambar yang sempurna, jauh dari kesan India banget, Music yang di persembahkan oleh A.R Rahman yang menjadikan film ini terlihat sempurna dengan Music Bollywood modern dan lebih berwarna. dan kepiawaian A.R Rahman pantas menjadikannya Best Original Score di Golden Globe 2009

Satu hal, mungkin banyak yang ‘gak setuju karena film ini terlalu mengexpose kemiskinan di India.

Tapi, gak terlepas dari film India kebanyakan, film ini tetap memberi kesan drama percintaan, walaupun sebenarnya tanpa pencarian cinta Jamal pada Latika pun film ini tetap terlihat menarik. Bahkan kelihatannya, ending film yang mempertemukan Latika dan Jamal tidak diporsikan untuk memperindah atau melengkapi adegan.

Karena menurut saya klimaks dari film ini sendiri adalah pada saat Jamal akhirnya kembali masuk ke dalam acara Who Wants To Be A Millionaire, dan ketika ia mencoba bantuan terakhir, phone a friend di acara tersebut. Dan saat jawaban terakhir yang membuat ia menjadi millionaire bersamaan dengan itu ketika Salim ditembak mati..

However, it does not stop the film being a wonderful piece of film. At least, satu hal yang bisa kita pelajari dalam hidup adalah hidup seperti bermain billiard, kita harus memilih lubang yang tepat untuk bisa memasukkan seluruh bola ke dalamnya..!!even if it is written.

So, phone a friend not to miss it..:)

Advertisements

10 thoughts on “Slumdog Millionaire (The Movie reviews)

  1. Menarik juga ceritanya. Saya pernah pernah baca kisah AR Rahman yang hijrah ke agama Islam dari sebelumnya beragama Hindu. Kelihatannya dia kuat memegang identitas agamanya dibandingkan dengan aktor Islam India lainnya yang kelihatan Hindu pada pagi hari dan Islam pada malam hari. Dia memang seorang pencipta musik film-film India yang sangat piawai.

    wahh..jadi pengen nyari nih kisahnya. di film ini, A.R Rahman menggarap music dan score yang India tapi penuh warna dan enak buat dinikmati..

  2. ehemmmm jgn di ceritain smua donk ha ha ha..ksian yang belom nonton pada ga asik ntar nonton nya karna uda tau jalan ceritanya and ending seperti apa..ha ha ha…ga ngerti kode etik penontonan film * mengutip kata2 ryan yang ngamuk ketika tanpa sadar inti cerita seven pounds ter cetus kan ha ha ha.

    hehehehe, abisnya aku gak tau cara ngereview yang bagus tuh gmn.hehehehe. tapi ini gak semua kali Mal…!!paling gak, dengan baca review ini, lebih cepet nangkep ‘sesuatu’ gitu pas nonton pilm ini.hehehehe. solanya aku nontonnya 2 kali, baru bisa buat reviewnya..:). tapi tetep aja, harus nonton dulu..gak cukup cuma baca reviews

  3. Dika, dika, untung dah diperingatkan dluan ma kemal buat gk ngebuka blog qe sebelum aq nnton Slumdog. Ternyata bner, duh smua spoiler en twist penting’a diobral ma dika. Syang bnget kan y blm nnton jdi’a gk mmperoleh kenikmatan maksimal’a. Seperti nnton Sixth Sense tpi dah ktauan kalo bruce willis itu ialah H***u’a (disensor dmi y blom nnton.. hri gni blm nnton 6th sense?) ato nnton film Scream tpi dah tau sapa dalang’a. Film’a bkal tetap bgus tapi gimmick y sharusnya didapat gk ksmpean. Abiz bru kejadian kmren ma aq, si kemal bngkar habis cerita Seven Pound. Jdi’a pas nnton th film dngan rasa jengkel en gk puas, ending am spoiler’a dh tau dluan

    Aduhh..tapi aq kan nge-reviews, bukan mo buat sinopsis. I watch I tell. so, watch and go ‘comment’ for it

  4. Setuju deh dengan kisah cintanya yang sebenarnya gak perlu-perlu amat.
    Sejak nonton Lagaan, aku fans berat ma AR rahman. Nih orang kalau bikin musik asyik dan kreatif banget.
    saingan ma Ismail darbar..

    yup, setuju. aku pernah denger ‘n baca tentang Ismail Darbar..:)

  5. waduh maap postingnya lum kubaca semua nih. barusan donlot film nya 🙂 kayanya seru nih.

    hehehe, gpp. thanx yah. emm…lumayan seru. tepatnya..”filmnya bagus”. selamat nonton…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s